Page

YOU NEED PROGRAMMERS

Sabtu, 19 April 2014

Kehidupan Pencari Cacing Sutra

Cacing Sutra
Pencari Cacing Sutra

Bila anda menyaksikan orang berendam dalam di sungai dengan lumpur sepinggang, akrab dengan bau sampah, air kotor dan panas terik matahari. Terkadang membungkuk dan mengangkat jaring halus, menggoyang-goyangkan serta memeriksa isi jaring untuk memastikan yang dicarinya ada. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang menyandarkan bumbu dapurnya dari mencari cacing sutra.  Bapak-bapak pencari cacing sutera (cacing rambut) tubifex ini dapat kita jumpai di Setu Parigi Pondok Aren Tangerang Selatan.

Cacing Bercampur Lumpur
Pencari cacing akan bekerja pada pagi hari disaat matahari belum terik, dan cacing ada dipermukaan lumpur. Hingga siang mereka terkadang harus bergelut dengan gatal dan keringat. Penghasilannya tergantung seberapa banyak cacing yang dikumpulkan. Setelah cacing diambil dari Setu dan masih bercampur lumpur akan dipisahkan dengan merendam campuran itu dengan ember, cacing-caing akan mengapung dipermukaan sedangkan lumpur akan kembali mengendap. Se gayung (istilah mereka) dapat dihargai 10-15 ribu saja. 

Setu Parigi
Sampah Setu

Masa-masa indahpun pernah dialami, dimana mencari cacing tidak sesulit sekarang ini. Setu Parigi yang alami tempat hidup cacing Sutra ini belum dikotori oleh sampah-sampah. Penghasilanpun cukup lumayan. Pencari cacing sutra akan mengumpulkan ke pengepul (ketua kelompok) dan menjualnya ke pembibitan ikan. Cacing rambut atau cacing sutra merupakan pakan bibit ikan.




Artikel Setu lainnya :
Di Setu Bukan Tempat Sampah
Pengerukan Setu Parigi Bukan Solusi. Opini.

Pengerukan Setu Parigi Bukan Solusi

Cacing Sutra
Pencari Cacing Sutra
OPINI : Pengerukan atau pemindahan endapan pada Setu Parigi bukan solusi untuk menjaga Setu tetap pada fungsinya. Pada awalnya Setu Parigi yang berada di kecamatan Pondok Aren ini merupakan Setu yang cukup luas (dua kali dengan keadaan sekarang), dengan kedalaman antara 3 - 5 meter, air yang jernih, dengan aneka ikan air tawar, seperti mujair, lele, gabus, serta pada dasar atau bagian pinggir Setu yang dangkal merupakan tempat hidup cacing-cacing sutra (cacing rambut). Demikian kehidupan aneka jenis burung nampak di sini, seperti bangau, burung pipit dan lain sebagainya.

Simak Pekerjaan Pencari Cacing Sutra.


Perkembangan Setu Parigi saat ini sangat memprihatinkan, banyaknya sampah, dan hasil pengerukan yang tidak dipindahkan membuat delta-delta yang justru menjadi tempat bermuaranya sampah, terutama sampah Plastik. Usaha Pemerintah Daerah dalam melestarikan Setu tidaklah kecil, penanaman pohon penghijauan di pinggir Setu, pemotongan rumput liar, penebaran bibit ikan mujair dan upaya-upaya lain telah dilaksanakan. Lalu kenapa Setu ini semangkin memprihatinkan ?

Admin blog JPGBintaro kembali bersepeda 'cari keringet' ke pinggiran Setu Parigi dan berjumpa dengan bapak-bapak pencari cacing sutra, cacing yang sangat kecil untuk pakan benih ikan. Ikan yang baru menetas (benih ikan) juga diberi makan cacing, yaitu cacing sutra.

Menurut bapak Asman dari Ciseeng yang sedang mencari cacing dalam Setu ini, sampah plastik sangat mengganggu dan mengurangi tempat hidup cacing-cacing ini. Mencari cacing di tengah Setu yang penuh sampah plastik memiliki resiko yang besar, bisa tertusuk benda tajam, seperti potongan kayu, beling pecahan botol, gatal-gatal, namun inilah pekerjaan. Harga satu gayung cacing berkisar antara 10-15 ribu rupiah.
Endapan lumpur
Endapan Lumpur Hasil Pengerukan
Kembali pada opini admin tentang pengerukan Setu bukan solusi. Menurut admin dan pendapat beberapa warga (pengalaman selama ini) pengerukan bukan solusi :
  • Pertama, karena tanah lumpur material lumput tidak dipindahkan dari Setu, justru ditimbun ditengah-tengah Setu sehingga membentuk daratan yang akan memperkecil keberadaan Setu itu sendiri.
  • Kedua, proses pengerukan yang membutuhkan sarana jalan dan transportasi pengangkutan material lumpur yang tidak memadai, dan pernah ada protes warga akan proses tersebut, baik karena bau lumpur maupun lumpur-lumpur yang tertumpah di jalanan.
  • Ketiga, dapat menghilangkan mata pencaharian beberapa warga, kehidupan cacing-cacing sutra yang akan hilang.

Lalu bagaimana solusinya? Kehidupan cacing dan mata pencaharian warga harus tetap dapat berjalan, namun sampah-sampah plastik pun harus lenyap dari Setu. Kegiatan ini bisa berjalan dengan seiring dan saling menguntungkan bila Pemerintah Daerah mampu memberdayakan mereka pencari cacing sebagai tenaga kebersihan terutama sampah plastik.

Sambil bekerja sebagai pencari cacing mereka menjadi tenaga kebersihan, kehidupan cacingpun yang akan semakin membaik, serta keadaan Setupun akan semakin bersih. Pemerintah Daerah berani memberikan kesejahteraan pada pencari cacing sebagai tenaga harian, waktu yang dipergunakan untuk membersihkan sampah plastik dapat dikonpensasi dengan uang harian. cukup mudah bukan ! Ini sekedar Opini, kembali pada penguasa daerah Tangerang Selatan dan jajarannya.... (RANBB)

Minggu, 13 April 2014

Di Setu Bukan Tempat Sampah

Pondok Aren
Setu Parigi
Bagi yang melintas di Permata Bintaro ke arah Parigi atau ke Jalur Pipa Gas Mountain Bike Park akan melihat spanduk bertulis "Setu ini Sedang Direvitalisasi Dilarang Buang Sampah Disini ". Spanduk ini berasal dari  Korps Koalisi Rakyat Peduli Setu dan Pemerintah Tangerang Selatan Kelurahan Parigi Kecamatan Pondok Aren. Sebelumnya admin juga pernah mendokumentasikan keadaan papan larangan yang tertutup. Klik Papan Peringatan Tersembunyi di Balik Pohon.
Setu Parigi
Sampah di Setu


Dari pengamatan di sepanjang track pinggir Setu, ada kebun pisang, kebun bunga, rakit bambu, tempat duduk, dan tentunya spot-spot memancing. Bila ada waktu jalan-jalanlah ke Setu ini. Semoga cepat terlaksana program revitalisasi Setu ini.
Danau
Busa di Dam
Setu
SETU PARIGI
 
Setu Parigi
Rakit Bambu
Pagi ini, 13 April 2014 Admin JPG Bintaro jalan-jalan di seputar Setu ini, ternyata ada track dipinggir Setu yang bisa dilalui sepeda dan sepeda motor. Beberapa pemancing Admin temui di pagi ini, dan tentunya yang lebih banyak adalah sampah. Sampah entah dari mana yang ada di dalam Setu. Bisa dari sungai di hulu atau pendangkalan alami dari Setu. (RANBB)

Minggu, 06 April 2014

Panjat Tebing Istilah Kejuaraan

panjat tebing
Panjat Tebing
Setiap olahraga mempunyai ciri khas dalam setiap event nya. Istilah-istilahnya pun berbeda-beda walaupun secara umum itu bersifat kompetisi, mencari yang terbaik, mencari sang juara. Demikian pula dengan Panjat Tebing, kegiatan petualangan panjat tebing yang kini telah menjadi salah satu cabang olahrga yang diakui KONI dan mendapat perhatian dikalangan anak-anak muda, atau mereka yang cinta akan petualangan alam bebas. Ya, terkadang olahraga ini identik dengan mereka yang giat di alam bebas.

Tali Panjat Tebing
Tali Kernmantle
Dalam kegiatan mencari sang juara ada istilah Seleksi Cabang Panjat Tebing atau SelekCab, selanjutnya Kejurda Panjat Tebing; Kejuaraan Daerah, ada Kejurnas Panjat Tebing; Kejuaraan Nasional. Ada pula Kompetisi Panjat Tebing, ada Kompetisi Wall Climbing, Open Panjat Tebing, Circuit Panjat Tebing, dan Kompetisi Speed Climb. Sering pula dikaitkan dengan penyelenggaranya seperti, Kejurda FPTI Tangsel, atau Kejurda FPTI Bali, Kejurda FPTI Jawa Barat, atau nama club yang mengadakan event panjat tebing tersebut.
Runners Panjat Tebing
 Tak jarang pula kreativitas dalam bahasa inggris seperti Wall Climb Competation, Fun Climbing, Speed Climbing Competation, Sport Climbing Competation, Circuit Wall Climbing, Leed Climbing Competation, dan lain sebagainya.
sepatu panjat
Sepatu Panjat Tebing
Pengaman Pemanjatan
Lebih banyak tentang panjat tebing kunjungi blog FPTI Tangsel at http://fpti-tangsel.blogspot.com

Pinterest Buat Orang Pinter

Visit JPG's profile on Pinterest.